Lanjutkan Penataan Logistik Nasional, LNSW Perluas Integrasi DO dan SP2 Online

Lanjutkan Penataan Logistik Nasional, LNSW Perluas Integrasi DO dan SP2 Online

Oleh Tim Humas LNSW

Lembaga National Single Window berupaya memperluas penerapan Delivery Order dan Surat Penyerahan Peti Kemas (SP2) Online. Hal itu dilakukan dengan terus mengupayakan integrasi dengan para pemangku kepentingan terkait. Rabu (6/1) ini contohnya, dilakukan rapat pembahasan integrasi layanan SP2 Online antara LNSW dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

Dalam rapat yang diadakan secara daring tersebut, dibahas secara teknis mengenai kebutuhan data yang perlu dialirkan Sistem INSW sehingga memungkinkan dilakukannya integrasi. Sebagai informasi, PT Indonesia Kendaraan Terminal merupakan perusahaan yang dirancang khusus untuk terminal komersial yang menyediakan layanan di terminal mobil. Perusahaan tersebut beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Sebagai perusahaan yang mengelola terminal mobil, PT IKT membutuhkan data vehicle identity number (VIN) yang di dalamnya juga memuat rincian part number. Untuk memastikan ketersediaan data tersebut, LNSW perlu berkoordinasi dengan cargo owner agar dapat menyampaikan VIN list saat melakukan pengajuan melalui Sistem INSW.

Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Senin (11/1) ini LNSW mengadakan rapat pembahasan implementasi layanan DO Online dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Melalui rapat yang digelar secara virtual tersebut, dibahas mengenai komoditas nonkontainer di pelabuhan yang melalui Sistem INSW, khususnya terkait penyampaian VIN List dalam implementasi DO online.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Perancangan Sistem, Direktorat Penjaminan Mutu LNSW, Fachry Rozy Oemar mengakui bahwa implementasi DO dan SP2 Online memiliki tantangan tersendiri. Dalam mengintegrasikan semua pihak terkait dalam DO dan SP2 Online, LNSW tidak sekadar membuat aplikasi baru melainkan mengintegrasikan semua sistem yang memang sudah dipakai para stakeholders. “Jadi tidak bisa kita (LNSW) yang mengatur data apa yang dialirkan dan bagaimana caranya, tapi kita beradaptasi dengan kondisi dari masing-masing stakeholder untuk dapat menyediakan suatu environment Sistem INSW yang mengintegrasikan proses bisnis dan teknologi informasi semua pihak,” terangnya.

Itu artinya jika setiap pengguna layanan DO dan SP2 Online memiliki sistem sendiri dan kebutuhan datanya berbeda, maka Sistem INSW yang perlu menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Hal ini tidak hanya menyangkut teknis, melainkan juga proses bisnis yang sifatnya kolaboratif.

Baik LNSW maupun pelaku usaha terkait DO dan SP2 Online, menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung integrasi DO dan SP2 Online. Hal itu sesuai mandat Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 42 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 120 tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik (Delivery Order Online) untuk Barang Impor di Pelabuhan, serta Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 207/KMK.012/2020 tentang Penugasan Kepada Lembaga National Single Window untuk Menyelenggarakan Layanan Gateway Terkait Penerbitan Delivery Order dan Surat Penyerahan Peti Kemas Secara Online.

Berdasarkan Inpres Nomor 5/2020, peningkatan efisiensi proses logistik perlu dilakukan dengan mengolaborasikan platform-platform logistik antarpelaku di sektor pemerintah dan swasta. Pengolaborasian platform layanan logistik diharapkan dapat mewujudkan transparansi informasi dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi logistik dan berkontribusi pada peningkatan daya saing Indonesia.