LNSW Dukung Peningkatan Kinerja Logistik Nasional

LNSW Dukung Peningkatan Kinerja Logistik Nasional

Oleh Tim Humas LNSW

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kinerja sistem logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Salah satunya melalui penyelarasan pengaturan perdagangan antara pulau agar sejalan dengan amanat Inpres No. 5 Tahun 2020tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE). Penyelarasan itu dilakukan dengan penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan No. 92 Tahun 2020 tentang Perdagangan Antarpulau, yang antara lain mengatur penyampaian Daftar Muatan (Manifes Domestik) melalui Sistem Indonesia National Single Window (SINSW). 

Dengan diundangkannya peraturan ini, dalam melakukan kegiatan perdagangan antar pulau, Pemilik Muatan (Cargo Owner) wajib menyampaikan Manifes Domestik barang yang diperdagangkan secara elektronik melalui SINSW yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Perizinan Terpadu (SIPT) Kementerian Perdagangan.Atas penyampaian ini, SIPT akan menerbitkan nomor laporan atas penyampaian Manifes Domestik. Sehingga nantinya data manifest domestik tersebut juga dapat diakses melalui SIPT Kemendag. Adapun isi Manifes Domestik sekurang-kurangnya memuat data dan/atau informasi mengenai Pemilik Muatan (Cargo Owner) Antarpulau, barang yang diperdagangkan antarpulau, pengangkutan barang yang diperdagangkan antarpulau, dan penerima muatan.

Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, yang memimpin acara peluncuran Permendag No. 92/2020 menegaskan, data perdagangan antarpulau ini dapat digunakan bersama. “Data ini menjadi satu data yang dikelola dan digunakan bersama oleh seluruh K/L sehingga membantu mengurangi ego maupun tumpang tindih peraturan antarsektor. Data dari daftar muatan antarpulau tersebut juga dapat digunakan sebagai referensi penerbitan shipping instruction oleh perusahaan jasa pengurusan transportasi (PJPT)/forwarder,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala LNSW M. Agus Rofiudin yang juga turut hadir “Ini bukan akhir dari kerja sama sinergi antar KL, namun merupakan awal yang baik bagi sinergi kerjasama antar KL yang insyaa Allah, akan terus berlanjut. Kami berharap, sinergi dapat melibatkan Kementerian Lembaga lainnya yang nantinya akan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.”

Melalui sinergi ini, data yang terkumpul dan tersaji secara transparan, akan semakin memudahkan pengawasan dan pengambilan keputusan strategis dengan tujuan menjaga perdagangan nasional dan/atau meningkatkan akselerasi perdagangan.

Permendag No.92 Tahun 2020 yang diundangkan pada 12 November 2020 ini, akan mulai berlaku satu tahun setelah diundangkan, yaitu pada 10 November 2021. Adapun selama setahun ke depan sampai Permendag tersebut berlaku, akan dilakukan uji coba guna memastikan implementasinya berjalan tanpa kendala.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra memaparkan, uji coba setahun ke depan rencananya akan dilakukan terhadap barang kebutuhan pokok yang dimuat melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Selama uji coba, pemantauan dilakukan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri serta pengawasan oleh Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga akan dilakukan, namun sanksi belum diterapkan. Sanksi akan dikenakan terhadap pelanggar setelah Permendag berlaku secara efektif.

Tentunya, sinergi tidak hanya dibutuhkan antar Kementerian/Lembaga namun peran serta pelaku usaha juga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini. Pemerintah dan swasta diharapkan berkomitmen dan berupaya dalam peningkatan perekonomian nasional dengan pelaksanaan Permendag No.92 Tahun 2020 ini.