Bakti Kawula Muda untuk Indonesia

Bakti Kawula Muda untuk Indonesia

Oleh Tim Humas LNSW

Melalui daring (30/6), Lembaga National Single Window menggelar kegiatan sharing session bertajuk ‘Inspirasi Bakti untuk Negeri‘ dengan menghadirkan tokoh-tokoh muda inspiratif. Mereka adalah Nadhira Nuraini Afifa (Master of Public Health, Harvard University/LPDP Awardee), Media Wahyudi Askar (Ph.D Development and Policy, The University of Manchester/LPDP Awardee), dan Iswandi Banna (Ph.D Candidate, Charles Sturt University). Acara tersebut disambut antusias oleh hampir 850 peserta yang mengikutinya.

Dibuka langsung oleh Kepala BPPK Kementerian Keuangan, Rionald Silaban, sharing session ini diharapkan memberikan inspirasi dan manfaat bagi generasi muda untuk terus terus mengejar cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu penting demi komitmen bersama untuk mengabdi kepada negeri kita tercinta. Dia menyatakan bahwa saat ini, pendidikan bukanlah kendala dalam mencari ilmu lantaran tersedia banyak beasiswa. Hal ini dibuktikan langsung oleh ketiga pembicara yang juga merupakan penerima beasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Nadhira dan Media membagikan kisah mereka mendapatkan beasiswa LPDP. Tidak hanya kisah bahagia, ada juga kegagalan yang harus mereka lalui hingga bisa sampai ke titik seperti sekarang. Tidak sampai disitu, implementasi keilmuwan yang mereka bagikan juga sangat inspiratif.

Nadhira contohnya, sebagai wujud bakti pada negeri, dia membentuk tim untuk membuat aplikasi Kalkulator Covid-19 untuk mendeteksi pihak yang perlu diprioritaskan mendapatkan rapid test gratis dan memudahkan pemantauan jatah serta penjadwalan tes di Puskesmas. Masih sekitar COVID-19, Media dan tim juga membuat aplikasi Qbot yang merupakan aplikasi antrean online untuk fasilitas publik agar masyarakat terhindar dari kerumunan yang berisiko meningkatkan peluang tertular Covid-19. Menariknya, kedua aplikasi terkait Covid-19 tersebut  mereka buat secara pro bono, alias tidak berbayar.

Iswandi Banna, meski tidak membuat aplikasi terkait Covid-19, juga ikut membagi pengalamannya guna meraih pendidikan yang lebih tinggi. Pria yang merupakan pegawai DJBC tersebut membagikan perihal penelitiannya yakni Hak Kekayaan Intelektual dalam kaitannya memerangi impor barang palsu, yang diharapkan tidak hanya berdampak bagi perekonomian Indonesia, namun juga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Menutup acara tersebut, Kepala LNSW M.Agus Rofiudin yakin bahwa harapan Indonesia akan menjadi lebih besar dan hebat akan terwujud. Ini lantaran Indonesia memiliki anak-anak muda seperti Nadhira, Media, dan Iswandi yang tidak hanya unggul, cerdas dan kompetitif, namun juga mengabdi pada negeri. Untuk seluruh masyarakat Indonesia, Kepala LNSW mengutip kalimat yang sering diucapkan Menteri Keuangan, “Jangan pernah lelah mencintai Negeri ini.”