Tingkatkan Ekspor Melalui Pemanfaatan e-Form

Tingkatkan Ekspor Melalui Pemanfaatan e-Form

Oleh Tim Humas LNSW

Melalui daring, Selasa (2/6), Lembaga National Single Window, Kementerian Keuangan, bersama dengan Kementerian Perdagangan menggelar webinar bertajuk “Fasilitasi Peningkatan Ekspor Melalui Live Operation e-Form”. Dibuka oleh Bapak M. Agus Rofiudin, Kepala LNSW, webinar menghadirkan narasumber antara lain Direktur Penjaminan Mutu LNSW, Direktur Perundingan ASEAN dan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan.

Dalam sambutannya, Kepala LNSW menyampaikan bahwa pemrosesan dokumen e-Form D dari dan ke Indonesia telah dapat dilakukan oleh seluruh negara ASEAN, meskipun belum di semua pelabuhan. Khusus di Indonesia, e-Form D telah dapat diterima di seluruh pelabuhan (baik laut maupun udara) sepanjang Kantor Pabean yang mengawasi pelabuhan tersebut telah terhubung dengan CEISA. Secara agregat, jumlah e-Form D yang telah dikirimkan/diterima melalui SINSW ke/dari seluruh negara ASEAN pada tahun 2019 mencapai 258.812 dokumen dan tahun 2020 (s.d. bulan Mei 2020) telah mencapai 108.988 dokumen.

Untuk mengajak semakin banyak pelaku usaha menggunakan fasilitas e-Form D, LNSW Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan bersinergi dalam mensosialisasikan manfaat e-Form D. Telah disediakan pula fitur tracking e-CoO pada SINSW yang dapat digunakan melacak status pengiriman dokumen e-Form D tersebut. Dengan adanya fitur ini, diharapkan pelaku usaha semakin dimudahkan sehingga manfaat tarif preferensi dapat dinikmati pelaku usaha, tambahnya.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 500 orang peserta baik yang bergabung dalam zoom webinar maupun yang menyaksikan siaran langsung pada akun YouTube Lembaga National Single Window. Keterlibatan peserta juga sangat aktif baik yang bertanya mengenai kebijakan dalam perundingan dengan negara-negara ASEAN, maupun pertanyaan teknis terkait dengan penerbitan e-SKA ataupun penyelesaian kendala di lapangan dalam kaitannya dengan kendala teknis pengiriman e-Form D ke negara tujuan ekspor, khususnya Vietnam.

Sebagaimana disampaikan oleh Donna Gultom, Direktur Perundingan ASEAN, Kementerian Perdagangan, pemerintah Indonesia senantiasa secara intens melakukan perundingan melakukan dan langkah-langkah guna mendorong agar seluruh negara ASEAN dapat mengoptimalkan penerapan e-Form D sesuai dengan kesepakatan bersama untuk pemberian tarif preferensi yang tentunya sangat menguntungkan pelaku usaha. Lebih lanjut, Donna menambahkan dalam era pandemi COVID-19 saat ini, pemerintah juga berupaya untuk berupaya menjaga agar perekonomian tidak terganggu terlalu dalam. Namun demikian, diperlukan pula peran serta pelaku usaha untuk bersinergi dengan pemerintah sehingga perekonomian nasional dapat terjaga.

Menyambung pernyataan Donna Gultom, Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag, Johni Martha menyebutkan banyak manfaat dan kemudahan yang diperoleh dari penerbitan e-form. Manfaat yang paling nyata dapat dirasakan oleh pelaku usaha adalah esfisiensi waktu dan biaya. Dengan penerbitan e-Form, para pelaku usaha, dalam hal ini eksportir tidak lagi wajib mencetak dan mendatangangi IPSKA untuk meminta tanda tangan pejabat penerbit SKA. Bahkan eksportir yang masih membutuhkan hard copy e-Form, dapat melakukan pencetakan dengan prosedur pencetakan SKA yang sama. Terkait dengan pengirimannya ke negara tujuan, e-form terkirim dengan cepat secara transparan dan dapat ditelusuri. “E-form ini sudah sama kekuatan hukumnya dengan yang tanda tangan basah,” tekannya menambahkan keunggulan e-Form.

Dari sisi pengiriman e-Form D ke negara ASEAN, Direktur Penjaminan Mutu LNSW, Ircham Habib mengungkapkan bahwa LNSW menyediakan dan terus mengembangkan aplikasi dan fitur terkait e-Form D. Salah satu fitur yang saat ini telah dapat digunakan oleh pelaku usaha adalah fitur menu tracking e-Form D yang tersedia pada aplikasi layanan SINSW. Dengan menggunakan fitur tracking ini, eksportir dapat mengetahui status pengiriman e-Form D secara real time sehingga klaim preferensi dengan tepat. LNSW berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan SINSW guna memudahkan pelaku usaha dalam rangka melakukan kegiatan ekspor dan impor, khususnya ekspor sesuai dengan tujuan pemerintah, meningkatkan ekspor nasional.

Melanjutkan pemaparan Direktur Penjaminan Mutu terkait fitur trackin e-CoO, Kepala Seksi Perancangan Sistem LNSW, Fachry Rozy Oemar menjelaskan bahwa ada enam jenis status e-Form D, yakni not available, AS1, AS2, AS3, NOT, dan REC. Dia berharap para pelaku usaha memahami pengertian setiap status tersebut agar dalam memanfaatkan fitur tracking dokumen e-Form D di SINSW, pelaku usaha dapat memahami pihak mana yang perlu dihubungi untuk menindaklanjuti respon status tersebut.

Webinar ditutup dengan penyampaian kesimpulan bahwa di tataran kebijakan, pada setiap perundingan baik di level tinggi maupun technical working team, Tim Indonesia terus berupaya untuk mendorong agar seluruh negara ASEAN dapat mempertukarkan e-Form D sampai ke seluruh pelabuhan di wilayah negara ASEAN masing-masing. Secara sistem, SINSW akan terus memberikan menjaga keberlangsungan sistem dan memperluas pemanfaatan SINSW untuk mempermudah kelancaran arus barang, tidak terbatas pada lingkup ASEAN saja.