Live Operation ASW

Live Operation ASW

Live Operation ASW Aktif Per 1 Januari 2018

Empat Negara anggota ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Vietnam menyatakan telah siap untuk memulai Live Operation ASEAN Single Window (ASW) pada 1 Januari 2018 mendatang. Komitmen ini ditegaskan oleh para delegasi dari keempat negara tersebut dalam Pertemuan ASEAN Single Window Steering Committee (ASWSC) yang berlangsung dari tanggal 26-27 September 2017 di Vientiane, Laos. Pertemuan ASWSC ke-19 ini dihadiri oleh para delegasi dari 10 Negara ASEAN, ASEAN Secretariat (ASEC) dan juga USAID-ACTI.  Angelica Sarmiento, Director IV Department of Finance of the Philippines didapuk sebagai Pemimpin pertemuan yang berlokasi di  Crowne Plaza Hotel, Vientiane, Laos.

Sebelumnya, Thailand sempat menyepakati akan ikut ambil bagian dalam Live Operation ASW ini per Januari 2018 nanti, namun akhirnya memutuskan mundur karena masih membutuhkan waktu untuk penyesuaian legal dan teknis. Pihak Thailand juga meminta agar Live Operation ASW dilakukan setelah aplikasi proses verification dan cancellation secara elektronik melalui ASW dapat dilaksanakan.Sementara itu, dalam pertemuan ASWSC ini pihak pemerintah Brunei Darussalam turut pula memberikan updatebahwa mereka telah sukses melakukan testing pertukaran e-Form D dengan 4 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Sedangkan testing dengan Singapura masih mengalami kendala teknis yang masih perlu diselesaikan.

Harmen Sembiring, Deputi Hubungan Antar Lembaga PP-INSW, yang mewakili Indonesia dalam perhelatan ini memberikan penjelasan bahwa pada saat ASW ini mulai runningper Januari 2018 nanti, Indonesia akan tetap menggunakan prosedur manual untuk retroactivecheck, dengan tetap menggunakan mekanisme pengiriman surat dilampiri denganhasil cetake-Form D. Ketentuan retroactivecheck pada OCP masih membolehkan penggunaan prosedur manual tersebut. Selain itu, penggunaan mekanisme retroactivecheck secara manual juga disebabkan karena status queryflow padaMessage Implementation Guide and Process Specifications (MIG) masih optional dan belum pernah dilakukan testing, sehingga masih belum bisa diyakini kehandalannya untuk dapat dimanfaatkan untuk keperluan proses retroactive check.

Live Operation ASW ini memang menjadi sebuah momentum yang telah lama dinantikan oleh para pelaku usaha di kawasan ASEAN. Live OperationASW sendiri mengacu pada proses penggunaan SKA Form D elektronik(e-Form D) untuk pemberian bea masuk preferensi. Hadirnya terobosan ASW ini  tentu saja akan sangat menguntungkan pebisnis ekspor-impor sebab akan mampu menekan biaya operasional dan memangkas waktu dalam proses pengerjaan dokumen. (Ali Manshur dan Rotua Nuraini Tampubolon)