Depkeu Agendakan NSW Di Program 100 Hari

Depkeu Agendakan NSW Di Program 100 Hari

JAKARTA - Pemerintah akan membahas penerapan National Single Window (NSW) yang merupakan program unggulan, sebagai bagian dari target 100 hari program kerja Departemen Keuangan (Depkeu).

"Targetnya nanti malam dibahas," ujar Sekretaris Tim Teknis NSW Susiwinoyono, saat ditemui wartawan di sela-sela rapat pimpinan di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

Kendala terbesar terjadi pada sisi ekspor karena baru dilakukan penyerapan terbatas di lima pelabuhan, yaitu Tanjung Perak, Tanjung Mas, Belawan, Tanjung Priok, dan Soekarno Hatta. Secara nasional, lima pelabuhan tersebut bisa memenuhi kuota penyerapan lebih dari 90 persen, karena sudah menggunakan sistem elektronik. Sedangkan untuk kendala impor, diharapkan bisa sesuai dengan target.

"Untuk impor, akhir tahun ini mudah-mudahan selesai. Sedangkan ekspor, penerapannya masih butuh sinkronisasi dari semua instansi. Ekspor kan lebih sensitif," ungkapnya.

Secara teknis tidak ada masalah dalam penerapan NSW. Yang terpenting adalah simplifikasi dan harmonisasi bisnis serta proses dalam penerapannya di lapang. "Kuncinya di lima pelabuhan itu," imbuhnya.

Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, cadangan risiko fiskal untuk keperluan asumsi masih belum diketahui. Sedangkan pemakaian cadangan risiko fiskal ini, tambahnya, akan digunakan untuk keperluan beragam. "Nanti kita akan dihitung awal November," ujarnya.

Terkait dengan harga minyak yang naik, Anggito menyampaikan tidak terdapat masalah karena penerimaan masih netral. "Seandainya memang candangan risiko tidak terpakai, berarti ada penghematan," imbuhnya. (css)

Source