Sri Mulyani: NSW Masih Butuh SDM Kompeten

Sri Mulyani: NSW Masih Butuh SDM Kompeten

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui sistem National Single Window (NSW) masih memerlukan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya pada acara Peresmian Penerapan secara Mandatory Sistem NSW di Dermaga Utara JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

"Tim juga masih perlu menyiapkan kelembagaan, dan SDM yang kompeten," tegasnya.

Menurut Sri Mulyani, sistem NSW sebelumnya sudah diterapkan secara bertahap dan terbatas sejak tahun 2007.

"Tim persiapan NSW (sudah) dibentuk 2006 untuk membangun dan menerapkan NSW di Indonesia sebagai bagian dari ASEAN Single Window (ASW). ASW adalah sistim pelayanan elektronik untuk mengurus dokumen kepabeanan dan kepelabuhan dalam akitivitas ekspor-impor," ungkapnya.

Sri Mulyani menyatakan peluncuran sistem NSW ini, merupakan pertanda dimulainya sistem NSW impor di Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.

"Semua pelayanan hanya dilakukan secara eletronik melalui NSW, sehingga mulai hari ini tidak ada lagi pelayanan impor yang dilakukan secara manual di lima lokasi tadi," ujarnya.

Selanjutnya, tambah Sri Mulyani, sistem NSW akan mengalami perluasan hingga ke seluruh pelabuhan dan bandara internasional di seluruh Indonesia.

"Untuk meningkatkan aspek kecepatan layanan, sedang menyiapkan manajemen risk secara menyeuluruh yang akan diterapkan oleh seluruh instansi pemerintah," jelasnya.

Namun, Sri Mulyani mengakui masih ada banyak hal yang belum tercapai walaupun penerapan sistem NSW telah mengalami kemajuan. Oleh karena itu, sampai 2014, sistem ini masih memerlukan pembenahan proses bisnis.
(nia/dnl)

Source