Importir Hemat Rp230 Miliar Dengan NSW

Importir Hemat Rp230 Miliar Dengan NSW

JAKARTA - Media Indonesia: Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawady mengatakan bahwa pemberlakuan sistem National Single Window (NSW) dapat memberikan penghematan langsung yang cukup besar bagi importir.

Sejak diberlakukan, importir dapat berhemat sebesar Rp230 miliar per tahun dari keseluruhan bisaya yang biasanya mereka keluarkan untuk mengurus proses impor. "Dengan sistem ini ada kemajuan banyak. Penghematan langsung yang dapat dirasakan oleh importir sekitar Rp230 miliar," kata Edy Putra di Jakarta, Selasa (15/12).

Edy menjelaskan, dengan sistem NSW, importir tidak perlu membayar biaya di banyak pos seperti yang sebelumnya dilakukan. Terkait dengan rencana pembukaan pelabuhan selama 24 jam pada 4 Januari mendatang, Edy menilai tidak akan memberikan dampak yang signifikan tidak signifikan.

"Saya suka tidak mengerti, kenapa harus 24 jam. Itu tidak akan memberikan dampak yang signifikan. Lihat saja yang Philadelpia di "Amrik" itu semua buka sesuai jam kerja. Yang penting saat masuk semua dokumen lengkap, jadi tidak perlu ngurus lama," ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa program tersebut harus dilakukan karena termasuk program 100 hari kerja.

Sementara itu Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi mengatakan bahwa pembukaan empat pelabuhan dalam waktu kerja 24 jam tersebut dimaksudkan untuk peningkatan arus barang di pelabuhan pelabuhan tersebut. "Empat pelabuhan itu, yaitu di Priok, Belawan, Makasar, dan Perak," katanya.

Source