Perluasan Cakupan Program Indonesia National Single Window (INSW) Ke 5 Pelabuhan dan 1 Bandar Udara

Perluasan Cakupan Program Indonesia National Single Window (INSW) Ke 5 Pelabuhan dan 1 Bandar Udara

INSW (Indonesia National Single Window) adalah sistem nasional Indonesia yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal (single submission of data and information), pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron (single and synchronous processing of data and information), dan pembuatan keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang (single decision making for customs clearance and release of cargoes).

Tujuan utama dilakukannya penerapan Sistem National Single Window (NSW) ini pada dasarnya menyangkut dua aspek, yaitu:

  1. Tujuan pertama untuk melakukan percepatan atas penyelesaian proses ekspor impor, serta peningkatan efektivitas dan kinerja penanganan atas lalu lintas barang ekspor-impor.
  2. Tujuan kedua terkait dengan upaya meminimalisasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam seluruh kegiatan penanganan atas lalu lintas barang ekspor dan impor, terutama terkait dengan proses customs release and clearance of cargoes.


Dengan demikian penerapan Sistem INSW ini diharapkan akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah maupun bagi Pengguna Jasa (Masyarakat Usaha).
Bagi pihak pemerintah, Penerapan Sistem INSW diharapkan akan dapat: 

  • Memfasilitasi percepatan proses penyelesaian kegiatan customs release and clearance of cargoes dalam rangka mewujudkan sistem ASW sebagai instrumen perwujudan ASEAN Economic Community (AEC);
  • Menyediakan sistem pelayanan yang mudah, murah, nyaman, aman, dan memberikan kepastian usaha;
  • Menciptakan manajemen risiko yang lebih baik;
  • Menghilangkan redundansi dan duplikasi data;
  • Meningkatkan validitas dan akurasi data;
  • Memudahkan pelaksanaan penegakan hukum oleh aparat pemerintah dalam kaitan dengan kegiatan ekspor impor;
  • Meningkatkan perlindungan atas kepentingan nasional dari ancaman yang mungkin timbul karena lalu lintas barang ekspor-impor;
  • Mengoptimalkan penerimaan negara. 

Bagi Masyarakat Usaha, diharapkan akan dapat:

  • Memberikan kepastian biaya dan waktu pelayanan;
  • Meningkatkan daya saing;
  • Memperluas akses pasar dan sumber-sumber faktor produksi;
  • Mengefektifkan dan mengefisienkan pemanfaatan sumber daya;
  • Mendorong tumbuh dan berkembangnya kewirausahaan;
  • Mendukung penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam seluruh kegiatan pelayanan ekspor impor

Hingga saat ini, penerapan program INSW sudah dilakukan di beberapa pelabuhan maupun bandar udara seperti Pel. Tanjung Priok, Pel. Tanjung Perak, Pel. Tanjung Emas, Pel. Belawan, Pel. Merak, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda.


Sesuai dengan roadmap implementasi INSW, salah satu kegiatannya ada perluasan cakupan INSW ke beberapa pelabuhan laut serta bandara lainnya. Maka sesuai dengan usulan dari beberapa instansi yang memiliki kantor atau perwakilan pusat di daerah (kantor vertikal) seperti Karantina (Ikan dan Pertanian), BPOM dan Kementerian Perdagangan serta kepentingan lainnya seperti Sislognas (Sistem Logistik Nasional) maka pada tahun 2014 ini akan dilakukan perluasan cakupan INSW.


Perluasan sistem INSW akan diterapkan di Pelabuhan Laut Bitung, Makassar, Lampung, Tanjung Benoa, Palembang, Dumai serta Bandara Kuala Namu Medan. Pelabuhan Laut Bitung dipilih karena merupakan "hub" pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah timur Indonesia.

BKIPM sebagai salah satu K/L yang aktif dalam INSW serta memiliki kantor vertikal di lokasi-lokasi perluasan INSW tersebut diharapkan mampu mendukung baik secara operasional, teknologi dan sistem informasi, sarana dan prasarana serta SDM. Selain itu, diperlukan juga rencana sosialisasi kepada stake holder serta pihak-pihak terkait mengenai implementasi INSW di 5 pelabuhan dan 1 bandara tersebut. Yang tak kalah pentingnya adalah penyesuaian proses bisnis kegiatan lalulintas barang baik impor, ekspor atau domestik.

Besar harapan kita semua bahwa perluasan cakupan INSW ini dapat terwujud guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan lalulintas barang khususnya ikan atau hasil perikanan baik yang masuk (impor) atau keluar (ekspor) dari Indonesia. Perluasan ini juga merupakan bentuk sinergitas birokrasi antar entitas yang terlibat dalam INSW.

Sumber : http://www.bkipm.kkp.go.id/bkipm/news/read/1044/perluasan-cakupan-program-indonesia-national-single-window-%28insw%29-ke-5-pelabuhan-dan-1-bandar-udara.html