Empat Pelabuhan Utama Operasional 24 Jam

Empat Pelabuhan Utama Operasional 24 Jam

JAKARTA - Media Indonesia: Pemerintah menginstruksikan empat pelabuhan utama dan satu Bandara Internasional Soekarno - Hatta menjalankan prosedur operasional 24 jam, terhitung sejak SBY mengumumkan program 100 hari beberapa waktu lalu.

"Semua itu untuk peningkatan pelayanan kepada publik. Empat pelabuhan utama itu yakni Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Soekarno Hatta Makassar dan Belawan Medan," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi menjawab pers usai membuka Rakornis Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Perhubungan (Dephub), di Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut Freddy, operasional pelabuhan dan bandara 24 jam itu semangatnya satu yakni untuk melancarkan kegiatan ekspor dan impor.

"Kita harus koordinasikan dengan baik supaya kalau ada kargo masuk jam dua pagi bagaimana pelayanannya. Mudah-mudahan, itu target kita bersama. Kita bisa buktikan, jika itu dilakukan dengan baik, maka keluhan kapal-kapal selama ini bisa di atasi. Kalau ada kapal kargo mau berlabuh jam dua dini hari, bisa dilayani," katanya.

Hal itu, kata Freddy, juga harus dibarengi dengan pengoperasian dan optimalisasi program National Single Window (NSW). Hal ini yang utama, termasuk dukungan operasional sistem elektronik yang harus didukung oleh keterlibatan instansi terkait seperti Departemen Perdagangan dan Bea Cukai.

"Ini termasuk salah satu program prioritas 100 hari," katanya. Dalam masa itu juga, tegasnya, pihaknya juga akan membentuk otoritas pelabuhan di empat pelabuhan utama tersebut, termasuk bea cukainya.

"Termasuk juga pelayanan visa on arrival. Kita sudah coba kemarin dari TKI, waktu pulang dari Kuwait. Petugas imigrasi lebih proaktif. Ketika mereka turun, tidak perlu lagi berurusan dengan imigrasi. Kita kerja sama dengan Depkumham," katanya.

Selain itu, kata Freddy, pihaknya akan merevisi sejumlah aturan sesuai usulan dan harapan para pemangku kepentingan pada National Summit beberapa waktu lalu. "Tiket elektronik di pelayanan Kereta Api Jabotabek harus segera direalisasikan," katanya.

Memang, tegasnya, masih ada peluang penumpang tak berkarcis lolos di sistem tiketing tersebut. Namun, dengan sosialisasi dan koordinasi yang baik maka kekurangan di lapangan bisa diatasi. (Ant/OL-06)

Source