Wamen lakukan simulasi "INSW" ekspor-impor di Bitung

Wamen lakukan simulasi "INSW" ekspor-impor di Bitung

Kamis, 4 September 2014 12:37 WIB Oleh Nancy Lynda Tigauw, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melakukan simulasi

Manado, 4/9 (AntaraSulut) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melakukan simulasi "Indonesia National Single Window" (INSW) untuk kegiatan ekspor impor di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Dengan INSW ini, akan meningkatkan kecepatan proses semua layanan yang terkait ekspor dan impor," kata Bayu di Manado, Kamis.

Selain itu, katanya, akan meminimalisasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam penanganan ekspor dan impor. Serta meningkatkan validasi dan akurasi data atau informasi yang terkait ekspor-impor.

Ia menuturkan bahwa INSW akan menjadi instrumen pengawas atas seluruh layanan ekspor dan impor. Layanan publik semua instansi transparan, akuntabel, "real-time" dan ada proses "check and balances" serta rekonsiliasi data.

Perwakilan Bea Cukai Kota Bitung Maksi Drivandi mengatakan implementasi sistem INSW untuk penyelesaian formalitas kepabeanan di Pelabuhan Bitung sangat diperlukan, untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi Sulut dan Kota Bitung.

Seiring kebijakan pemerintah melalui Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai "International hub Port" koridor Sulawesi dan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Pengusaha, katanya, harus sudah teregistrasi pada portal INSW mengingat Pelabuhan Bitung akan menerapkan secara penuh sistem tersebut pada tanggal 18 September 2014.

Portal INSW dapat digunakan oleh importir untuk mengetahui regulasi dan proses penyelesaian formalitas kepabeanan terkait imporftasi yang dilakukan.

Menurut Perpres Nomor 10 Tahun 2008, yang dimaksud Indonesia National Single Window (INSW) adalah sistem nasional Indonesia yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal (single submission of data and information), pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron (single and synchronous processing of data and information), dan pembuat keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang (single decision making for customs clearance and release of cargoes).

Dengan kata lain INSW merupakan sistem elektronik yang ter-integrasi secara nasional, yang dapat diakses melalui jaringan Internet (public-network), yang akan melakukan integrasi informasi berkaitan dengan proses penanganan dokumen kepabeanan dan dokumen lain yang terkait dengan ekspor-impor.

INSW menjamin keamanan data dan informasi serta memadukan alur dan proses informasi antar sistem internal secara otomatis, yang meliputi sistem kepabeanan, perizinan, kepelabuhanan/kebandarudaraan, dan sistem lain yang terkait dengan proses pelayanan dan pengawasan kegiatan ekspor-impor.

Sumber: http://www.antarasulut.com/berita/22143/wamen-lakukan-simulasi-insw-ekspor-impor-di-bitung