National Single Window Tahap 5 Diluncurkan Tahun Depan

National Single Window Tahap 5 Diluncurkan Tahun Depan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah siap meluncurkan National Single Window, sistem integrasi online pelayanan perizinan ekspor dan impor, tahap kelima pada pekan ketiga Januari 2010. Lewat layanan tunggal ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan dan pengawasan kegiatan perdagangan bisa ditingkatkan.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pada tahap kelima ini layanan terintegrasi kegiatan impor akan diterapkan penuh di lima pelabuhan utama, yakni di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, Belawan Medan, dan Bandara Soekarno Hatta. Adapun untuk layanan eskpor, integrasi layanan baru akan diterapkan di Tanjung Perak.

Hatta Rajasa“Dengan begitu seluruh pengaturan dan peruzinan impor dan ekspor bisa dilayani di satu portal, tak perlu datang ke masing-masing kementerian dan lembaga,” kata Hatta usai rapat koordinasi di kantornya, Rabu (9/12). Rencananya peluncuran NSW ini akan dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hatta memaparkan, hasil rapat menyepakati kesediaan 30 kementerian dan lembaga yang terkait dengan program ini untuk masuk dalam satu portal NSW. “Jadi saya kira sudah hampir dipastikan tak ada kendala, karena semua kementerian dan lembaga yang menguatur perizinan sudah masuk dalam portal NSW,” ujarnya.

Sejak diuji coba Agustus 2007, selama ini masih ada 7 kementerian dan lembaga yang belum terintegrasi, yakni Departemen Pertahanan, Departemen Perindustrian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan, Kepolisian, dan Pusat Perizinan Departenian Pertanian.

National Single Window adalah sistem pelayanan eskpor dan impor yang dirancang murah, mudah, dan pasti dengan menggunakan sistem elektronik terintegrasi melalui satu portal NSW. Pada rencana pengembangan NSW, tahap kelima merupakan tahap akhir sebelum penerapan secara nasional yang ditargetkan pada Oktober 2010.

NSW disiapkan pemerintah untuk memenuhi komitmen kerangka kerjasama ekonomi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan internasional. Hingga saat ini Indonesia telah berkomitmen pada empat kesepakatan, yakni The Declaration of ASEAN Concord II di Bali pada 7 Oktober 2003, ASEAN Agreement to Establish and Implement the ASEAN Single Window pada 9 Desember 2005, ASEAN Protocol to Establish and Implement the ASEAN Single Window pada April 2006, dan Declaration on the ASEAN Economic Community Blueprint pada November 2007.

Disinggung layanan integrasi ekspor yang masih diterapkan di Surabaya, Hatta menilai itu hanya berlaku sementara. Nantinya, kata dia, layanan ekspor di lima pelabuhan utama tadi juga akan terintegrasi. Pada program satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, penerapan NSW untuk ekspor akan diterapkan penuh pada implementasi tahap nasional. "Sehingga kita siap untuk masuk ke level ASEAN," kata Hatta.

Menurut Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Perindustrian dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi, mengatakan selama ini pelayanan ekspor dan impor masih simpang siur. Ketika ujicoba NSW diterapkan, masih tetap terjadi perizinan fisik yang dilakukan oleh kementerian dan lembaga yang belum terintegrasi. "Jadinya masih ada importir dan eksportir yang tidak mau diatur lewat NSW karena beralasan diatur oleh kementerian terkait," katanya.

Saat ini tercatat 20.959 importir telah menggunakan portal NSW dengan 8.744 importir di antaranya menjadi pengguna aktif. Eksportir pengguna aktif mencapai 7.144 eksportir. Adapun Perusahaan Pelayanan Jasa Kepabeanan (PPJK) tercatat sebanyak 1.399 PPJK dengan jumlah yang aktif hanya 633 PPJK. Edy memperkirakan saat ini jumlah eksportir dalam negeri mencapai 1.399 ekportif.

AGOENG WIJAYA | FAMEGA SAVIRA
Source