Nasib Lembaga National Single Window Ditentukan 2011

Nasib Lembaga National Single Window Ditentukan 2011

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembentukan Lembaga Pengelola National Single Window baru akan ditentukan pada 2011. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembahasan pembentukan lembaga pengelola itu hingga saat ini belum rampung. Pemerintah masih perlu memikirkan perlu tidaknya lembaga ini dibentuk.

Namun pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat pelaksanaan National Single Window (NSW). Pemerintah juga tak ingin terjadi gangguan seperti masalah sumber daya manusia selama masa transisi karena selama ini urusan kepabeanan untuk ekspor dan impor berada dalam pengelolaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Jadi untuk sementara tetap akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dulu, sambil kami evaluasi apakah akan menggunakan badan independen atau tidak," kata Hatta usai rapat koordinasi di kantornya, Rabu (9/12).

National Single Window merupakan sistem pelayanan eskpor dan impor yang dirancang murah, mudah, dan pasti dengan menggunakan sistem elektronik terintegrasi melalui satu portal NSW. Lewat sistem ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan dan pengawasan kegiatan perdagangan bisa ditingkatkan lewat satu pintu.

Dalam rencana pengembangan NSW, salah satu yang disasar pada masa mendatang adalah terbentuknya lembaga pengelola National Single Window. Pada kontrak kinerja program setahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Kementerian Koordinator Perekonomian ditugaskan untuk menyiapkan bentuk lembaga tersebut.

Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Perindustrian dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi, mengatakan pembentukan satu badan khusus untuk mengurus NSW memang sangat diperlukan. Dengan begitu, pengawasan perdagangan bisa dilakukan secara efektif. "Untuk aturan dan perizinan diurus badan itu, sedangkan Direktorat Bea dan Cukai mengawasi lalu lintasnya di perairan," katanya.

AGOENG WIJAYA | FAMEGA SAVIRA
Source