NSW di Belawan amburadul peresmiannya dinilai hanya mengejar target 100 hari

NSW di Belawan amburadul peresmiannya dinilai hanya mengejar target 100 hari

MEDAN: Hanya selang sehari setelah diresmikan, pelaksanaan national single window (NSW) atau pelayanan satu jalur kepabeanan di Belawan ternyata masih amburadul.

Pengamatan bisnis di pelabuhan terbesar se-Sumatra sepanjang 2 hari ini terakhir menunjukkan proses yang menjanjikan pelayanan secara elektronik atau online dalam sistem tersebut ternyata masih dilakukan manual.

Akibat situasi itu, para eksportir masih menunggu antrean dalam melakukan proses. Padahal, sebelumnya dijanjikan para eksportir dan importir sudah bisa merasakan kemudahan seperti waktu, kemudahan proses administrasi, dan keamanan pengiriman barang.

Situasi ini juga diakui Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sofyan Subang. Dia mengaku para eksportir masih belum dapat merasakan kemudahan pelayanan yang dijanjikan seperti semula.

"Sejauh ini masih banyak kekurangan dari NSW. Pemerintah dan Bea Cukai di Belawan tidak sinkron dalam memberikan informasi NSW, sehingga pengusaha menghadapi informasi simpang siur," ujarnya kepada Medan, akhir pekan lalu.

Menurut dia, salah satu ketidaksinkronan antara pemerintah dan Bea Cukai Belawan adalah tidak lengkapnya data ekspor dan eksportir disana. Selain itu, persoalan karantina di Belawan yang belum maksimal, baik kinerja maupun juga persediaan alat.

Sofyan menjelaskan jika sebagian faktor tersebut masih belum dilengkapi tidak menutup kemungkinan pengawasan di Belawan terhadap masuknya barang-barang impor akan semakin lemah.

Dia juga menyebutkan salah satu komoditas impor yang dikhawatirkan yakni hasil peranian seperti buah-buahan. "Petugas beralasan sistem rusak alias hang, dan seolah tidak mau tahu dengan apa yang kami alami."

Selain itu, kata Sofyan, sistem 24 jam juga hanya berupa wacana. Hingga saat ini, pelabuhan Belawan sebagai salah satu pelabuhan pintu masuk impor belum 24 jam beroperasi. Dia mengatakan para pekerja di Belawan tampaknya belum siap dengan sistem tersebut.

NSW di Belawan diresmikan pada Jumat 29 Januari oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui telekonferensi dari Jakarta. Selain Belawan, juga ditetapkan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Menurut Sofian, peresmian NSW tersebut hanya mengejar 100 hari kinerja kabinet Indonesia Bersatu. "Setahu saya mereka juga baru membuat tim saja. Agaknya butuh waktu lama NSW efektif total," ucapnya.

Layanan 24 jam

Terkait dengan janji-janji yang tidak terealisasikan itu, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sumut Ahmad Riyadi mengatakan pelaksanaan program 24 jam 7 hari pelayanan dokumen itu sudah berlangusng sejak 16 Januari, dan rata-rata ada 84 dokumen yang diproses setiap hari.

Dengan demikian, sejauh ini tidak ada masalah dalam penerapan sistem tersebut. "Kalaupun ada sedikit kekurangan atau antrean, itu bisa cepat diatasi. Jadi, tak ada masalah," bantahnya.

Senada dengan Ahmad, General Manager BICT Pelindo I Belawan Syamsul Bahri Kautjil menambahkan dermaga BICT Belawan bersama tiga pelabuhan lainnya, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar sudah siap beroperasi nonstop setiap hari.

"Pada dasarnya BICT sudah mobile 24 jam dalam melayani bongkar muat selama ini. Saat ini kita hanya tinggal mengoptimalisasikan kinerja dan menambah SDM serta peralatan akan BICT dapat menjadi pelabuhan dengan standar internasional," katanya.

Bahri mengakui kekurangan SDM untuk operator, namun hal itu telah diatasi dengan sistem shift. Untuk mendukung layanan 24 jam tersebut, digelar pelatihan untuk 43 orang operator karena jumlah operator 50 orang dari standar ideal 80 orang.

Dari segi peralatan pihaknya akan segera menambah dan melakukan peremajaan dari 4 unit AFC dan 5 unit container crane yang ada. Pada 2010 BICT akan menambah 2 unit container crane dan 5 unit trans trainers (pengatur penumpukan peti kemas).

Untuk 2012 ditargetkan BICT sudah memiliki 10 unit container crane dan memperpanjang Dermaga Pelabuhan Belawan sepanjang 1300-1500 meter. Sementara itu, arus barang-barang ekspor-impor mencapai 1200 boks per hari. (k34/k3) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia 
Source