Pelabuhan siap beroperasi 24x7 pada bulan Januari 2010

Pelabuhan siap beroperasi 24x7 pada bulan Januari 2010

The Jakarta Post, Pemerintah berencana untuk memulai mengoperasikan pelabuhan Indonesia sehari penuh pada Januari awal untuk mempercepat penyelesaian kewajiban kepabeanan dan mengurangi biaya logistic secara resmi.

"Seluruh pelabuhan akan beroperasi selama 24 jam, dimulai dari pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta," ujar Edy Putra Irawadi, Deputy Menko bidang perindustrian dan perdagangan dan ketua tim persiapan National Single Window (NSW).

NSW merupakan system pelayanan public yang memberikan akses mudah bagi importir dan eksportir untuk memperoleh pelayanan.

Diresmikan pada bulan Desember 2007, NSW di rancang untuk mempercepat waktu yang diperlukan untuk verifikasi data identitas importir hingga paling lama tujuh setengah jam atau satu hari kerja.

Sebelumnya, importir harus menunggu hingga beberapa hari untuk penyelesaian kewajiban kepabeanan.

Pada saat ini NSW telah di terapkan di pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak di Jawa Timur, Tanjung Emas di Jawa Barat, Belawan di Sumatra Utara dan Bandara Soekarno Hatta di Banten.

Menko Ekonomi Hatta Radjasa mengatakan minggu lalu tahap kelima NSW akan diresmikan di bulan Januari 2010 untuk memastikan bahwa pengurusan seluruh import dan eksport terintegrasi dalam satu portal.

Anwar Suprijadi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan bahwa kantornya siap untuk bekerja satu hari penuh untuk mendukung jam operasi pelabuhan yang terbaru.

"Peraturan Menteri [mengenai jam beroperasi] diserahkan kepada Menteri Keuangan," beliau mengatakan setelah selesai seminar dengan Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP), yang memiliki 71 anggota prioritas untuk menjalankan usaha export import.

Para pengusaha telah sering mengeluhkan ketidakefisienan dari pelayanan public di pelabuhan yang mendorong biaya cukup tinggi. Pada hari Selasa, Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada pidatonya, bahwa para importir dan eksportir seharusnya membantu pemerintah dalam mengamankan pelabuhan dengan cara melaporkan tindakan yang salah.

Ahli ekonomi, Aviliani mengatakan bahwa NSW akan menciptakan efisiensi penghematan biaya yang cukup besar dan meningkatkan daya saing investasi.

"Kondisi ini diharapkan untuk menarik para investor ke Indonesia," ujar beliau.