Laporan Perkembangan Penerapan Sistem INSW di Indonesia

Laporan Perkembangan Penerapan Sistem INSW di Indonesia

Berikut ini uraian penerapan Sistem Indonesia National Single Window dari awal sampai sekarang

  1. Pembangunan NSW Indonesia tetap dilaksanakan dengan prinsip sedikit lebih dengan yang dimintakan dalam perjanjian ASEAN Single Window yaitu untuk meningkatkan efisiensi pelayanan penyelesaian dokumen, customs clearance dan cargo release tetapi sekaligus berfungsi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan ekspor impor, merupakan sistem pelayanan yang memiliki 2 sub yaitu trade net dan port net untuk kelancaran flows or document dan flows of good; melayani kegiatan ekspor dengan semua negara tidak hanya negara-negara ASEAN; dan dilakukan secara bertahap untuk aktivitas impor, ekspor, komoditi, pelabuhan, instansi yang terlibat dan kelembagaannya.
  2. Sistem NSW untuk pelayanan impor sudah dilakukan tanggal 17 Desember 2007 hingga saat ini sudah diterapkan secara mandatori di 5 (lima) pelabuhan utama, yaitu tanjung priok, tanjung emas, tanjung perak, belawan dan bandara soekarno hatta. Sementara untuk sistem NSW pelayanan ekspor penerapannya diawali dengan penerapan secara mandatory di pelabuhan tanjung perak pada tanggal 18 januari 2010, kemudian di tanjung emas mulai tanggal 17 juni 2010, pelabuhan belawan mulai tanggal 15 juli 2010, tanjung priok mulai tanggal 5 agustus 2010 dan di bandara soekarno hatta pada tanggal 23 pada tanggal 23 September 2010.
  3. Kelompok kerja bidang hukum diminta mengkoordinasikan review terhadap peraturan dan mekanisme / prosedur yang menyangkut impor ekspor untuk menghilangkan praktek dualisme ketentuan, duplikasi dokumen, pengulangan proses perizinan, kepastian klasifikasi barang dan standard perizinan.
  4. Kelompok kerja bidang hukum juga diminta untuk menyusun konsep revisi perpres no 10 tahun 2008 sebagaimana ditetapkan bulan januari 2010 khususnya menyangkut penetapan portal NSW sebagai acuan informasi ketentuan impor bagi semua pihak, dan kewajiban instansi mengupload peraturan baru ke dalam portal NSW.
  5. Kelompok kerja proses bisnis diminta menyelesaikan konsep SOP dan SLA bagi sistem NSW.
  6. Kelompok ahli diminta mengeveluasi perkembangan pembangunan ICT di semua instansi peserta NSW.
  7. Tim Teknis Operasional diminta menyusun konsep pembangunan posko NSW di Ditjen Bea dan Cukai sebagai pusat pelayanan helpdesk dan penunjang pelaksanaan operasi NSW.
  8. Tim Teknis Operasional diminta pada awal Oktober 2010 memulai mengambil langkah untuk mempercepat integrasi inaportnet (perhubungan laut) maupun airportnet (perhubungan udara) ke dalam sistem NSW sehingga pada akhir tahun 2010 proses integrasi kedua sub sistem tersebut sudah mulai dilakukan.
  9. Melaksanakan pertemuan ASW Technical Working pada minggu ketiga bulan November di Bali sesuai usul Sekretariat ASEAN.
  10. Mengirim tim untuk membahas kemungkinan pertukaran data ekspor impor dengan RRT sebagaimana hasil pertemuan teknis bilateral perdagangan Indonesia RRT yang lalu.
  11. Kementarian Perdagangan diminta sebelum tanggal 1 Oktober 2010 menyelesaikan konsep revisi permendag yang menyangkut ketentuan ekspor karet SIR oleh pedagang.
  12. Sistem inatrade di kementerian pergagangan juga diminta untuk menyelesaikan keseragaman laporan penerbitan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) sebelum tanggal 1 Oktober 2010.
  13. Pada tanggal 22 September dilakukan sosialisasi aturan labelisasi barang sehingga label berbahasa indonesia untuk produk non makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan yang ditetapkan oleh permendag sebagai syarat kepabeanan impor dapat dilakukan 1 Oktober 2010.
  14. Pertemuan teknis berikutnya diagendakan untuk membahas kelembagaan NSW sehingga memiliki unit koordinasi kebijakan dan operator sendiri.