Kemenkeu Bersiap, Perkuat Ekosistem Inovasi

Kemenkeu Bersiap, Perkuat Ekosistem Inovasi

Oleh Tim Humas LNSW

Top 45 inovasi pelayanan publik dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang diadakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi baru saja diumumkan pada 27 Juli 2020 lalu, namun Kementerian Keuangan sudah bersiap melahirkan inovasi-inovasi terbaik untuk KIPP 2021. Persiapan itu dilakukan Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dengan mengadakan acara ‘Sesi Berbagi #2 - Perkuat Ekosistem Inovasi Kemenkeu untuk KIPP 2021’ pada Selasa (13/10). Lembaga National Single Window yang berhasil masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dengan SiPakDe-ATIGA, diundang untuk berbagi pengalaman dan kiat-kiat mengikuti KIPP, dalam acara tersebut.

 

Membuka acara, Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, Setjen Kemenkeu Dini Kusumawati menyampaikan harapannya agar acara semacam itu dapat memperkuat ekosistem inovasi di Kementerian Keuangan. Ketika setiap unit kerja termotivasi dan terus melakukan perbaikan sesuai dengan value pelayanan dan kesempuranaan di Kementerian Keuangan, pada akhirnya akan dapat menghasilkan pelayanan publik yang prima.

 

Hal ini diamini oleh Muhammad Imanuddin, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang turut hadir sebagai pembicara. Menurutnya, pelayanan publik yang optimal merupakan cermin dari keberhasilan reformasi birokrasi. Menariknya, Muhammad Imanuddin mengungkap bahwa reformasi birokrasi yang dilakukan KemenPanRB terinspirasi oleh Kementerian Keuangan yang lebih dahulu melakukan reformasi bidang kelembagaan dan sumber daya manusia. Dia mengingatkan agar lembaga pemerintah di pusat maupun di daerah perlu mengubah paradigma mengenai replikasi, jangan disamakan dengan plagiarisme. Kemajuan negara-negara lain banyak terletak pada kebiasaan modeling, yakni ketika hal yang terbukti baik terus direplikasi secara lebih luas.

 

Sementara itu, Direktur Penjaminan LNSW Mutu Ircham Habib menyampaikan bagaimana LNSW berupaya melahirkan inovasi pelayanan publik dengan berangkat dari memberi jawaban atas keinginan masyarakat. Karena pelaku usaha sebenarnya menginginkan yang sederhana dengan berinteraksi dengan satu pemerintah saja, konsep itu yang didorong di LNSW dalam semua pelayanannya, termasuk SiPakDe ATIGA.

 

Lebih lanjut bercerita pengalamannya membawa SiPakDe ATIGA mengikuti KIPP 2020, Tim Inovasi LNSW yang terdiri dari Kasubdit Pengelolaan Mutu Layanan dan Tata Kelola Data dan Informasi LNSW Sri Dewi Merdekawati, Dimas Agung Permana, dan Febrian Yosardy menceritakan bahwa sejak 2017, LNSW sudah rutin mengikuti KIPP dengan mengusung layanan sistem pertukaran data elektronik ATIGA. Namun baru di tahun ini inovasinya masuk Top 45. Dalam prosesnya, dengan pantang menyerah mereka terus mempelajari berbagai kekurangan dalam hal penyampaian inovasi tersebut, sehingga akhirnya berhasil masuk Top 45.

 

Acara Sesi Berbagi #2 yang diadakan Biro Organta Kemenkeu itu sangat komprehensif. Tidak hanya menghadirkan pembicara dari Kementerian PANRB sebagai penyelenggara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, namun juga tim LNSW yang berhasil masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020. Alhasil ada banyak ide dan kiat yang dapat dipelajari untuk mengikuti KIPP 2021.