Bersama Tingkatkan Kontribusi Ekspor UMKM

Bersama Tingkatkan Kontribusi Ekspor UMKM

Oleh Tim Humas LNSW

Saat ini, 99% dari total populasi usaha di Indonesia merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sumbangsih UMKM terhadap PDB Nasional mencapai 60% PDB Nasional dan UMKM juga menciptakan 97% lapangan kerja di Tanah Air. Sayangnya, kontribusi ekspor dari UMKM baru 14% dari total ekspor nasional. Termasuk di antara tantangan yang dihadapi untuk mendorong kontribusi ekspor UMKM adalah masih rendahnya angka UMKM digital yang baru mencapai 13%.

Tantangan baru dihadapi oleh UMKM seiring dengan terjadinya pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat tiga sektor usaha yang paling terdampak COVID-19, yakni pedagang besar dan eceran (40,92%), penyedia akomodasi dan makan minum (26,86%), serta industri pengolahan (14,25%). Adapun tiga persoalan utama yang dihadapi UMKM adalah penurunan permintaan (22,90%), distribusi terhambat (20,1%), dan permodalan (19,93%). Meski begitu, tidak dapat dipungkiri ada juga UMKM yang tetap bertahan di tengah pandemi, bahkan mau menembus pasar ekspor.

Menyadari potensi UMKM, LNSW dan DJBC Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia bersinergi guna meningkatkan kontribusi ekspor dari para pelaku UMKM khususnya binaan Nahdlatul Ulama (NU) melalui pelaksanaan Sosialisasi Meningkatkan devisa ekspor melalui pengembangan UMKM secara daring, Kamis (9/9).

Dalam sambutannya, Kepala LNSW M.Agus Rofiudin menyampaikan harapan agar baik pelaku UMKM maupun Kementerian/Lembaga terkait ekspor, tidak menyerah di tengah kondisi sulit yang sedang kita hadapi bersama. Dia meyakini dengan saling bekerja sama, akan dapat meningkatkan produktivitas.

 

Dalam acara yang dibuka oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi H. Eman Suryaman itu, disajikan materi yang komprehensif dengan menghadirkan Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Iriana Trimurty Ryacudu; Asdep Pemasaran, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Destry Anna Sari. SH; Kasudit FITE, DJBC, Dorothea Sigit; dan Managing Director Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Djoko Retnadi, Kepala Subdirektorat Integrasi Proses Bisnis LNSW Erwin Hariadi, serta Kepala Seksi Pengelolaan Mutu Layanan LNSW Wahyu Prasetya.

Baik LNSW, DJBC, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, sepakat bahwa diperlukan sinergi Kementerian/Lembaga terkait ekspor untuk meningkatkan kontribusi ekspor dari para pelaku UMKM. Selama ini, program dan fasilitas pendukung untuk UMKM telah banyak dilakukan, namun masih dilakukan secara terpisah di masing-masing K/L, belum terintegrasi.

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sinergi dilakukan dengan mengembangkan sistem layanan UKM Ekspor yang mengintegrasikan layanan seluruh K/L terkait melalui SINSW. Integrasi layanan semacam ini diyakini akan dapat menumbuhkan persaingan sehat, mendorong standardisasi layanan oleh K/L, menghindari layanan dobel untuk satu perusahaan, memperkuat penawasan, dan mengonsolidasikan data untuk perumusan kebijakan.