ASEAN Dorong Perluasan Penerapan E-Form D

ASEAN Dorong Perluasan Penerapan E-Form D

Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Pertemuan The Working Group on Technical Matters for The ASEAN Single Window (TWG-ASW) ke-42.

Surabaya, 20 Februari 2018 – Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Pertemuan The Working Group on Technical Matters for The ASEAN Single Window (TWG-ASW) ke-42. Acara ini digelar di JW Marriott Hotel, Surabaya pada 20-23 Februari 2018. Pertemuan TWG-ASW ke-42 ini diikuti oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN. Hadir pula ASEAN Secretariat (ASEC), The US-ASEAN Connectivity through Trade and Investment (US-ACTI), dan sejumlah Kementerian atau Lembaga terkait sistem INSW.

“Menjadi kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan pertemuan TWG ini, terutama lantaran ini menjadi pertemuan pertama sejak ASEAN secara resmi menyatakan penerapan certificate of origin (CoO) form D secara elektronik (e-form D) dalam kerangka ASEAN Single Window, mulai Januari 2018 lalu,” ujar Kepala Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW), Djadmiko, yang membuka acara tersebut (20/2). Sebagai catatan, penerapan e-form D mulai Januari 2018 tersebut, merupakan buah dari kesepakatan para menteri negara anggota ASEAN pada kesempatan ASEAN Economic Ministers Meeting ke-49 di Manila, 7 September 2017.

Penerapan e-Form D merupakan kemajuan besar bagi peningkatan fasilitasi perdagangan dan kelancaran kelancaran arus barang di kawasan ASEAN. Selain itu, penerapan e-Form D juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam proses impor/ekspor. Sebelum penerapan e-Form D, importir wajib menyerahkan dokumen hard copy CoO Form D untuk dapat menikmati fasilitas preferensi bea masuk dalam kerangka ASEAN Free Trade Agreement. Dengan penerapan e-Form D, tidak lagi diperlukan penyerahan hard copy.

“Secara teknis, penerapan e-Form D merupakan hasil dari negosiasi yang sangat panjang. Diperlukan negosiasi lebih dari satu dekade sampai akhirnya dicapai kesepakatan untuk mulai menerapkan e-Form D pada Januari 2018,” lanjut Kepala PP INSW. Menurutnya, diperlukan kepemimpinan yang tangguh dan komitmen kuat dari semua pemangku kebijakan National Single Window setiap negara, terutama dalam mengoordinasikan isu tersebut ke semua stake holders di negaranya masing-masing. 

Saat ini, e-form D baru diterapkan di beberapa negara yang telah bergabung dengan ASW, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Selanjutnya pertemuan TWG ASW membahas perluasan penerapan e-Form D, mulai dari negara yang akan bergabung, maupun fitur-fitur ASW yang terkait dengan penerapan e-Form D.  

“Perkembangan terbaru dari ASW Live operation telah meningkatkan keyakinan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk bergabung dalam ASW,” kata Chair TWG ASW Dr. Ramlah Mukhtar. Hal ini juga membuka banyak kesempatan bagi ASEAN untuk meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN yang paperless, sebagai proses modernisasi kepabeanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, negara-negara anggota ASEAN terus mengupayakan agar dokumen-dokumen lainnya seperti ASEAN Customs Declaration Document (ACDD) and electronic Sanitary and Phytosanitary Certificate (e-SPS), untuk dapat dipertukarkan dalam kerangka ASW. “Pertukaran dokumen tersebut secara elektronik melalui ASW, diharapkan mulai berjalan tahun ini. Saat ini pertukaran dokumen tersebut masih dalam tahap pengujian,” tambah Dr.Ramlah.