KONTRIBUSI INSW UNTUK MENINGKATKAN PERINGKAT EASE OF DOING BUSINESS (EODB) INDONESIA

KONTRIBUSI INSW UNTUK MENINGKATKAN PERINGKAT EASE OF DOING BUSINESS (EODB) INDONESIA

INSW DUKUNG PENINGKATAN PERINGKAT EODB 2018 INDONESIA

Dalam rangka penilaian EODB 2018, PP-INSW telah menjelaskan serangkaian reformspada pertemuan dengan Tim World Bank pada tanggal 22 Mei 2017 di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta. Turut dalam pertemuan tersebut anggota Tim Trading Across Borders Indonesia seperti Dirjen Bea dan Cukai, Kepala PP-INSW serta perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan dan PELINDO II, sedangkan Tim World Bank dipimpin oleh Ms. Baria Nabil Daye.

Untuk EODB 2018, PP-INSW telah melaksanakan 3 (tiga) reforms, yaitu: (1) Penyederhanaan prosedur penerbitan Laporan Surveyor (LS) dengan menghilangkan syarat Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2016. (2) Penyediaan Dashboard Dwelling Time yang telah diluncurkan pada 6 Februari 2017. Dashboard tersebut bertujuan untuk memonitor kinerja dwelling time nasional pada pelabuhan-pelabuhan utama yang dikelola oleh PELINDO I, II, III, dan IV. (3)  Penyederhanaan proses tracking dokumen perijinan dan pabean di website INSW dengan menghilangkan syarat menggunakan User ID INSW. Ketentuan ini telah diberlakukan sejak 9 Februari 2017.

Pada pertemuan tersebut, Tim World Bank tertarik terhadap reform yang disampaikan oleh PP-INSW, khususnya penyederhanaan prosedur penerbitan LS dan program single submission yang saat ini masih dalam tahap pengembangan oleh INSW. Serangkaian reformstersebut juga telah masuk dalam Reform Update Memoyang dilaporkan oleh Pemerintah, cq. BKPM, kepada Kantor Pusat World Bank di Washington DC pada tanggal 20 April 2017, dalam rangka penilaian EODB 2018. Serangkaian reforms tersebut diharapkan dapatturut berkontribusi pada upaya pencapaian target EODB Indonesia menjadi 40 besar dunia pada tahun 2019 sebagaimana ditargetkan oleh Presiden Joko Widowo. Kepala PP-INSW menegaskan komitmen INSW untuk terus melakukan upaya-upaya yang dibutuhkan guna meningkatkan peringat EODB Indonesia.

Pada EODB 2017, peringkat Indonesia untuk indikator Trading Across Border mengalami perbaikan dengan peningkatan 5 peringkat. World Bank menyebutkan bahwa peningkatan peringkat Indonesia dikarenakan Indonesia telah berhasil membuat proses ekspor dan impor semakin mudah melalui perbaikan layanan kepabeanan dan pengajuan dokumen yang telah difasilitasi oleh sistem Indonesia National Single Window. Survey EODB untuk indikator Trading Across Bordersdilakukan oleh World Bank kepada sejumlah responden untuk menilai kecepatan waktu dan biaya kegiatan ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

--o0o--