Setahun PP-INSW : Menuju Performa yang Membanggakan

Setahun PP-INSW : Menuju Performa yang Membanggakan

PP-INSW telah menjadi bagian tak terpisahkan dari revolusi industri dunia ke-4, yang mengedepankan cyber system dan artificial intelligent untuk sebuah nilai pelayanan yang transparansi, konsisten, efisien dan simpel

Hari ini, 15 Juli 2016, Pengelola Portal Indonesia Nastional Single Window (PP- INSW) memasuki usia 1 tahun. Usia setahun adalah usia yang masih sangat belia. Kendati demikian, PP-INSW sudah diminta berdiri dan bahkan berlari, untuk mengatur sistem logistik secara transparan, konsisten, efisien dan simpel guna mempercepat proses ekspor-impor.
Dengan tanggung jawab yang begitu besar untuk bisa mengharmonisasikan kebijakan serta administratif ekspor-impor dan logistik, PP-INSW menjelma menjadi change agent yang berperan dalam menentukan pendapatan negara. Lembaga keuangan dunia, World Bank, bahkan telah menjadikan penguatan kelembagaan PP-INSW sebagai salah satu underlying utang negara Republik Indonesia. Tak heran, selama setahun ini, PP-INSW telah menunjukkan performa membanggakan.
Badan yang dibentuk melalui Perpres 76 Tahun 2014  ini terus berupaya meningkatkan kapasitasnya untuk menjaga keberlanjutan dan mengembangkan  sistem INSW terutama untuk memenuhi amanat Paket Kebijakan Ekonomi yang antara lain mewujudkan Single Risk Management.
PP- INSW  juga tengah mengembangkan INSW Generasi ke-2 (Gen-2). INSW Gen-2 ini akan menyempurnakan fungsi sistem INSW sebagai platform yang memfasilitasi pengurusan administrasi ekspor, impor & logistik secara end-to-end, mulai dari pengurusan perijinan sampai pelepasan kargo sehingga mampu menurunkan dweling time.
Saat ini, kinerja PP-INSW baru ditopang sekitar 40% dari seluruh kebutuhan sumber daya manusia (SDM). Infrastruktur INSW juga sedang proses serah terima pengelolaan sistem INSW dari Tim Persiapan NSW kepada PP-INSW.
Di tengah keterbatasan, PP-INSW mampu menghasilkan beberapa capaian penting.  Sejumlah capaian tersebut antara lain adalah terlaksananya uji coba penggunaan fitur single submission dengan melibatkan beberapa perusahaan, inisiasi updating content Indonesia National Trade Repository (INTR), dan perluasan awareness melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan publikasi.
PP-INSW juga beberapa kali mendapat kunjungan dari pihak luar negeri, seperti Pemerintah Mesir, negara-negara OECD, dan Korean Chamber of Commerce and Industry. Mereka belajar mengenai sistem INSW dalam memfasilitasi kegiatan ekspor dan impor. PP-INSW juga secara aktif terlibat dalam pertemuan internasional yang membahas single window baik dalam lingkup regional ASEAN terkait ASEAN Single Window maupun Asia Pasifik melalui UN-ESCAP.
Tak kalah penting adalah perluasan penerapan sistem INSW. Pada tahun pertama ini, PP-INSW mengevaluasi efektivitas pelaksanaan sistem INSW pada 21 Pelabuhan/Bandara yang sudah mandatory, termasuk juga penerapan sistem INSW Karantina ekspor yang baru diterapkan di Pelabuhan Semarang dan Lampung. Sampai akhir tahun 2016, INSW Karantina ekspor secara mandatory ditargetkan untuk diterapkan di 5 pelabuhan tambahan.
INSW juga telah menyediakan data realisasi impor ke Kementerian Perdagangan dan Badan Karantina Pertanian sebagai bahan untuk melaksanakan post-audit yang merupakan amanat beberapa peraturan hasil deregulasi dalam Paket Kebijakan Ekonomi.
Kini PP-INSW telah menjadi bagian tak terpisahkan dari revolusi industri dunia ke-4, yang mengedepankan cyber system dan artificial intelligent untuk sebuah nilai pelayanan yang transparansi, konsisten, efisien dan simpel. (*)