INSW Berpartisipasi Aktif dalam Pertemuan ke-35 Technical Working Group for ASW di Kuala Lumpur, Malaysia

INSW Berpartisipasi Aktif dalam Pertemuan ke-35 Technical Working Group for ASW di Kuala Lumpur, Malaysia

INSW Berpartisipasi Aktif dalam Pertemuan ke-35 Technical Working Group for ASW di Kuala Lumpur, Malaysia, 30 April 2016

Pertemuan ke-35 Technical Working Group for ASEAN Single Window (TWG-ASW) telah dilaksanakan pada tanggal 26 – 29 April 2016 di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan dihadiri oleh delegasi seluruh Negara Anggota ASEAN, dan ASEAN Secretariat (ASEC) serta USAID – ACTI Project, kecuali Brunei Darussalam, Kamboja, dan Filipina. Pertemuan telah membahas sejumlah agenda antara lain: ASW Regional IT Operation and Staffing Cost; e-ATIGA Form D Message Implementation Guideline; ASW Pilot Project Component-2 untuk pertukaran CO ATIGA Form D; rencana pertukaran ASEAN Customs Declaration Document (ACDD); dan 4 dokumen prioritas untuk dipertukarkan, yaitu Sanitary and Phyto-Sanitary (SPS), Booking Confirmation, Loading Confirmation, dan Pre-Departure Cargo Report. Delegasi Indonesia yang menghadiri TWG-ASW dipimpin oleh Harmen Sembiring, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga PP-INSW. Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia antara lain telah menyampaikan hasil parallel testing pertukaran e-CO secara live antara Indonesia dan Singapura. Berdasarkan hasil parallel testing tersebut, Indonesia telah mengirim 944 data live CO sedangkan Singapura tidak ada mengirim data sama sekali. Meskipun Singapura beralasan bahwa pengiriman data CO secara elektronik adalah tergantung kepada pilihan trader dan pada periode tersebut ternyata tidak ada trader yang memilih untuk mengirim data CO elektronik ke Indonesia, namun Indonesia mendorong agar apabila sistem elektronik pertukaran CO telah siap maka hendaknya pemerintah dapat mewajibkan penggunaan sistem tersebut. Rencana pertukaran data ASEAN Customs Declaration Document (ACDD) saat ini telah pada tahap perumusan process flow, dimana USAID-ACTI mengusulkan agar proses dimulai dari pengiriman ACDD dari Customs melalui NSW masing-masing Negara. Indonesia menyampaikan bahwa ACDD seharusnya dihasilkan dari ekstraksi data PEB guna menjamin keakuratan data tersebut dari eksportir yang menyampaikan. Untuk proses di Indonesia, ekstraksi akan dilakukan oleh INSW setelah menerima elemen data PEB dari Bea dan Cukai untuk kemudian dikirim ke ASW gateway untuk dipertukarkan dengan Negara Anggota ASEAN lainnya dalam kerangka ASW. Pertemuan TWG-ASW selanjutnya dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 26 – 29 Juli 2016 di Kamboja.