Pemerintah akan melaksanakan NSW Secara Penuh mulai 2010

Pemerintah akan melaksanakan NSW Secara Penuh mulai 2010

The Jakarta Post, Pemerintah akan menerapkan secara penus Sistem NSW untuk layanan ekspor di pelabuhan besar mulai 2010, Layanan ini dapat diakses dan harus melalui Internet.

Ketua Pelaksana Teknis NSW Susiwiyono Mugiharso mengatakan pada hari Senin bahwa pelaksanaan konsep INSW adalah salah satu dari program utama dari program 100 hari pemerintah. "Mudah-mudahan, kita dapat mengejar *pemenuhan jadwal* dalam 100 hari pertama," katanya. Pemerintahan baru akan disumpah pada bulan Oktober 2009. 

Skema INSW mengharuskan semua eksportir dan importir untuk mendaftar dan menyerahkan 1 dokumen saja ke portal NSW.

"Begitu sistem sekali daftar in berlaku efektif, setiap pelaku usaha akan memiliki 1 User ID dan 1 Password to mengakses semua portal terkait" jelas Susiwiyono. "Sistem ini dapat meminimalkan kesalahan yang dibuat oleh manusia" imbuhnya.

Pertamakali diperkenalkan pada tahun 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, skema NSW didesain sedemikian rupa untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan verifikasi terhadap identitas importir paling lambat dalam kurun waktu 7.5 jam atau 1 hari kerja. Tanpa skema ini, sebelumnya importir harus menunggu beberapa hari untuk melakukan pengurusan impor. 

Susiwiyono mengatakan bahwa skema NSW telah menjadi keharusan untuk seluruh impor melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Jawa Tengah. Demikian pula di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.

Skema ini akan menjadi keharusan di pelabuhan Belawan Sumatera Utara mulai tanggal 21 Oktober 2009.
Untuk ekspor, sebagian dari pelaksanaan skema NSW telah berjalan secara baik di pelabuhan Tanjung Priok sejak Juli 2009, sementara Pelabuhan Tanjung Emas dan Tanjung Perak akan mulai mengharuskan eksportir untuk mendaftar di NSW Portal masing-masing mulai November dan Desember.

Sekitar 60 persen dari impor adalah melalui pelabuhan Tanjung Priok

Indonesia telah memberlakukan skema ini sebagai bagian dari komitmen untuk mematuhi proyek ASEAN Single Window 2009, bersama-sama dengan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Indonesia, Malaysia dan Filipina dijadwalkan untuk telah melakukan uji coba terhadap sistem ini pada pertengahan bulan ini. 

Sementara ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi mengatakan bahwa ia menyambut gembira kedua skema baik NSW maupun ASW systems karena lebih efisien dan sederhana.

"Tapi Indonesia, yang tidak memiliki pengalaman keberhasilan sebelumnya dengan sistem serupa harus jujur, tidak harus dengan mempermalukan diri dengan banyaknya hambatan teknis yang masih ada" katanya kepada Jakarta Post.