NSW siap berintegrasi dengan ASEAN

NSW siap berintegrasi dengan ASEAN

The Jakarta Post, Sistem Indonesia National Single Window (NSW), yang dirancang untuk menyederhanakan kegiatan perdagangan telah mendekati tahap akhir setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan peluncurannya pada hari Jumat lalu dalam tahap nasional.

Dalam tahap nasional, 5 pelabuhan utama - Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, Belawan di Medan dan Soekarno-Hatta Airport di Tangerang – akan melayani kegiatan impor sementara pelabuhan Tanjung Perak melayani kegiatan ekspor.

Tahap berikut dan terakhir akan diluncurkan pada bulan Oktober 2010 ketika semua pelabuhan utama melayani kegiatan ekspor dan impor secara terintegrasi dan online.

Dalam tahap akhir, ke 18 badan pemerintah yang terkait dalam sistem NSW akan dapat melayani perijinan kegiatan ekspor dan impor secara online.
Saat ini, hanya Departemen Kehutanan dan Departemen Perdagangan yang melayani kegiatan ekspor dan impor secara online, sementara sisanya hanya dapat melayani kegiatan impor.

NSW akan memudahkan importir agar dapat menerima barang secara lebih cepat dan murah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa sistem NSW sistem terhubung secara online. "Sistem NSW telah dilengkapi dengan situs web resmi termasuk versi yang kompatibel dengan perangkat selular" ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa mulai hari Jumat empat pelabuhan besar Indonesia - Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar – akan buka selama 24 jam per hari, tujuh hari seminggu, untuk melayani pengusaha.
Yudhoyono mengatakan bahwa sistem NSW akan memastikan kecepatan arus barang. "Sistem NSW adalah kerjasama dengan menggunakan teknologi untuk dapat beroperasi secara lebih cepat dan efisien." ujarnya.

Susiwijono, ketua dari Tim Pelaksana Teknis of NSW, mengatakan bahwa sistem NSW akan diintegrasikan dengan ASEAN Single Window (ASW) pada tahun 2012. "Diharapkan pada tahun 2012, 10 negara anggota ASEAN dapat bersama-sama mengoperasikan ASW tersebut."

Suwondo, seorang eksportir yang menjual 4 juta pasang sepatu per tahun ke luar negeri mengatakan dalam wawancara jarak jauh atau teleconference dengan Presiden Yudhoyono bahwa pemerintah harus menyediakan rencana cadangan bilamana sistem NSW mengalami kesalahan teknis. "Bila barang kami tidak dapat dikapalkan, biaya akan lebih tinggi dan tentunya kami bisa kehilangan pelanggan." ujarnya.

Susiwijono mengatakan bahwa sistem NSW sekarang memiliki beban kerja yang lebih berat karena jumlah pengguna yang meningkat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan kemampuan sistem.

Presiden mengharapkan sistem NSW expected the NSW dapat meningkatkan daya saing Indonesia menghadapi pesaing-pesaingnya. "Bila ada dua kata yang paling penting, itu adalah: efisiensi dan produktivitas. "Bagaimana mengelola proses secara lebih cepat untuk hal yang lebih sedikit, akan lebih mudah dan lebih dapat diandalkan. Ini lah tujuan utama kita" katanya.