Birokrasi Ekspor - Impor Jadi 7 Hari

Birokrasi Ekspor - Impor Jadi 7 Hari

SURABAYA - Pelaku usaha menyambut positif penerapan National Single Window (NSW). Sistem baru ini akan memangkas waktu yang terlalu panjang dalam akitivitas ekspor - impor.

Sistem NSW ini memang nantinya akan mengintegrasikan seluruh departemen yang berkaitan dengan ekspor - impor. Data yang masuk juga terhubung secara online sehingga juga mempermudah pelaku usaha.

"Kami mendukung NSWkarena akan memangkas waktu dan lebih efisien," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas Gunadi Sindhuwinata dalam sambutan Peluncuran Implementasi Tahap Keempat Sistem NSW di Indonesia di Hotel Sangri-La Surabaya, Rabu (29/7).

Peresmian ini dihadiri Menteri Keuangan selaku Ketua Tim Persiapan NSW Sri Mulyani serta Menhub Jusman Syafii Djamal, Mendag Marie Pangestu dan Menkomminfo M Nuh. 

Gunadi menjelaskan, berdasarkan pengalamannya,  proses pengurusan dokumen ketika mengimpor barang memakan waktu 27 hari. Namun dengan adanya NSW nanti memangkas waktu menjadi hanya 7 hari.

Ia menambahkan, sistem ini tentunya akan membuat pelaku usaha lebih bergairah. Pasalnya selain bisa memangkas waktu dengan tenggat yang cukup besar sistem ini juga membuat segala sesuatunya menjadi lebih sederhana.

"Nantinya dokumen ketika mendatangkan barang juga akan direkam secara online pada semua pihak yang terkait," ucapnya.

Penerapan NSW akan dimulai hari ini dengan sistem ekspor terbatas di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara Menkeu mengatakan, peluncuran NSW tahap keempat semula akan dilaksanakan pada awal  Juli, namun karena pada Agustus ini Indonesia mendapatkan giliran untuk menjadi tuan rumah bagi serangkaian pertemuan Kelompok Kerja pada ASEAN Single Window, maka penyelenggaraan peluncuran sistem NSW sengaja dilaksanakan menjelang pelaksanaan rangkaian pertemuan ASW pada tanggal 12-19 Agustus 2008. Hal ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kehadiran para tamu asing dari negara-negara anggota ASEAN sebagai sarana untuk penyebarluasan mengenai perkembangan pembangunan dan penerapan sistem NSW pada tingkat ASEAN.

Ia mengatakan, pertimbangan pemilihan tempat

NSW ASEAN di Semarang, antara lain karena kota ini merupakan salah satu kota pelabuhan yang akan dijadikan lokasi perluasan penerapan sistem NSW pada akhir 2008, sehingga kegiatan ini sekaligus dimaksudkan untuk sosialisasi perkembangan sistem baru ini kepada para pelaku usaha setempat.

Penerapan sistem NSW diperluas dengan melibatkan instansi pemerintah yang lebih banyak guna menjangkau pelayanan yang lebih luas. Instansi pemerintah yang dilibatkan pada tahap kedua ini meliputi 5 instansi yang telah bergabung pada tahap pertama dan ditambah 10 instansi yang baru bergabung mulai Akhir Juni 2008. Instansi yang telah bergabung sejak Desember 2007 adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, BPOM, Karantina Ikan, Karantina Tumbuhan dan Karatina Hewan. Sedangkan 10 instansi yang baru bergabung mulai bulan Juni 2008 meliputi Departemen Perindustrian, Departemen Kesehatan, Departemen ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, Ditjen Pos dan Telekomunikasi, BAPETEN, POLRI dan Departemen Pertahanan. 

Penambahan GA baru tersebut dilakukan sesuai dengan target pekerjaan teknis perluasan coverage jumlah GA yang ikut bergabung sehingga mencakup seluruh GA Perijinan Impor.

Sementara itu, terkait dengan peningkatan jumlah pengguna sistem NSW, pada implementasi tahap kedua ini dilakukan perluasan user yang menggunakan sistem NSW sehingga meliputi para importir sejumlah 97 Importir dari 102 MITA (Mitra Utama) Prioritas dan sejumlah 46 Importir MITA Non-Prioritas. Dengan demikian semua dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang dikirimkan oleh MITA Prioritas dan MITA Non-Prioritas telah menggunakan fasilitas di Portal INSW.

Terkait dengan konsolidasi dalam menghadapi tugas tim ke depan, Sri Mulyani menegaskan, kembali perlunya menjaga dan meningkatkan komitmen bersama antar seluruh GA.

Komitmen tersebut sebagai kunci utama keberhasilan Tim Persiapan NSW, mengingat antara Juli s/d Desember 2008 beban tugas Tim akan menjadi lebih berat. Dengan telah berhasilnya menerapkan Sistem NSW-Impor pada Implementasi Tahap Kedua (sejak akhir Juni 2008), maka pada tahapan berikutnya dilanjutkan dengan menerapkan Sistem NSW-Ekspor.

Di samping itu Tim juga harus melakukan pengintegrasian in-house sistem dari instansi terkait lainnya ke dalam sistem Portal INSW, antara lain SeaPort-System dan AirPort-System. Tugas Tim juga akan bertambah berat, sehubungan dengan besarnya tambahan user yang akan dilayani yaitu lebih dari 17.000 importir, seluruh PPJK, Eksportir, Shipping Line dan Air-Line. Selain itu, Tim juga harus mengejar target penerapan

Sistem NSW-Impor di 4 pelabuhan utama lainnya, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Tanjung Perak, Tanjung Emas dan Belawan.  Apabila rencana pembangunan, pengembangan dan penerapan sistem NSW tersebut dapat berjalan sesuai rencana, maka NSW diharapkan dapat beroperasi secara penuh dan siap untuk berintegrasi dengan sistem ASW di kawasan ASEAN pada tahun 2009.

Menurut Menkeu, momentum penerapan Sistem NSW ini sekaligus digunakan untuk melakukan pembenahan terhadap pelayanan dokumen kepabeanan dan perizinan ekspor dan impor. Melalui penerapan sistem NSW maka dapat dilakukan penyelarasan semua ketentuan, prosedur dan proses bisnis yang terkait dengan ekspor - impor.

Penerapan sistem NSW juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk membenahi aspek koordinasi antar instansi terkait, sehingga berbagai persoalan yang terjadi karena lemahnya koordinasi antar instansi dapat lebih mudah diatasi secara sistemik.a5,e2