NSW diyakini dorong kinerja ekspor

NSW diyakini dorong kinerja ekspor

SEMARANG (Bisnis.com): Implementasi National Single Window (NSW) dan penertiban administrasi ekspor-impor diyakini akan mengakselerasi ekspor komoditas kopi nasional.

"Semua pembenahan sistem administrasi kegiatan ekspor-impor, akan membuat semua proses berjalan lebih efisien dan efektif sehingga akan memperbaiki daya saing kopi kita di pasar ekspor," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu
saat melepas keberangkatan kontainer ekspor perdana biji kopi PT Taman Delta Indonesia ke Dubai, siang ini.

Mari mengakui pada 2009 ekspor kopi Indonesia mengalami penurunan akibat krisis ekonomi global yang menekan permintaan pasar.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor kopi pada 2009 (Januari-November) mencapai USD 775,11 juta atau berkontribusi 0,89% terhadap total ekspor nonmigas nasional yang sebesar USD 86,6 miliar.

Nilai ini turun 16,79% dibandingkan dengan realisasi pada 2008 yang mencapai USD 931,58 juta. "Kendati ekspor kopi secara nasional turun, khusus yang dari Jateng mengalami kenaikan signifikan sebesar 38,52%," ujarnya.

Pada 2008 (Januari-November) ekspor kopi Jateng tercatat USD 12,97 juta sedangkan pada 2009 sebesar USD 17,96 juta. "Pemerintah akan terus memacu ekspor nonmigas termasuk kopi dengan menghilangkan berbagai hambatan teknis (debottlenecking), seperti penerapan NSW dan penyederhanaan prosedur administrasi layanan di pintu ekspor," katanya.

Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di samping Lampung, Sumatra Utara dan Jawa Timur.
Sementara itu, PT Taman Delta Indonesia, perusahaan pengolah biji kopi, yang hari ini memulai ekspor perdana ke Timur Tengah merupakan eksportir terbesar di provinsi Jateng. (mrp)

Sumber