Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono Meresmikan Peluncuran Sistem INSW Secara Nasional

Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono Meresmikan Peluncuran Sistem INSW Secara Nasional

Pada tanggal 29 Januari 2010, bertempat di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono meresmikan peluncuran sistem Indonesia National Single Window secara nasional bersama dengan pelayanan 24 jam x 7 hari. Dalam acara ini tim persiapan INSW menjelaskan secara detail simulasi penggunaan sistem INSW, tanggapan masyarakat usaha, live demo pengoperasian website dan portal serta teleconfrence dengan pihak terkait di pelabuhan Belawan Medan dan Tanjung Perak surabaya

Sebagai bagian dari program 100 hari pemerintahan SBY, sistem INSW telah diimplementasikan di 5 pelabuhan besar di Indonesia. Meskipun baru 5 pelabuhan tetapi nilai atau transaki ekspor impor sudah lebih 90% total kegiatan ekspor impor seluruh Indonesia.

Pada acara peluncuran NSW secara nasional tersebut, Bapak Presiden dampingi Pajabat terkait secara resmi telah meluncurkan sistem NSW di Indonesia. Harapannya adalah

  1. Sistem INSW akan meningkatkan daya saing Indonesia dalam persaingan global.
  2. Memberikan kepastian kepada dunia usaha dalam hal referensi data dan waktu
  3. Mempemudah dan mempercepat urusan logistik tanah air
  4. Mempercepat proses dan menurunkan biaya dalam ekspor dan impor barang

Acara peluncuran NSW ini diawali dengan laporan dari ketua tim persiapan yaitu menteri keuangan Sri Mulyani Inderawati kepada Presiden. Dalam laporannya saat ini jumlah importir telah mencapai angka 20 ribuan yang menggunakan sitem NSW diseluruh tanah air. Sitem NSW telah diimplementasikan di pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak dan Belawan. Kemudian pada tahap berikutnya sistem NSW Indonesia akan tergabung dalam sistem ASW yaitu ASEAN Single Window pada tahun 2012

Selanjutnya adalah acara adalah laporan dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dalam laporannya beliau menyampaikan dengan adanya NSW diharapkan seluruh proses ekspor dan impor akan menjadi lebih mudah cepat dan murah. Mudah karena cukup melakukan akses ke portal NSW, dilakukan secara elektronik atau papperless sehingga pada akhirnya biaya akan turun dan waktu yang cepat. Beliau juga menyampaikan bahwa proses perizinan ekspor impor bisa dipercepat dari 40 hari menjadi 17 hari.

Acara selanjutnya adalah sambutan dan pengarahan Bapak Preside RI terhadap sistem NSW. Beliau mengatakan dengan adanya NSW ini maka Indonesia tidak hanya jadi penonton dalam era persaingan global, tetapi aktif agar dapat bersaing dengan negara lain sehingga dapat meningkatkan perekonomian secara nasional untuk indonesia yang maju. Kemudian beliau didampingi Menteri Perekonomian, Menteri Keuangan dan Gubernur DKI secara bersama melakukan penekanan tombol peresemian sistem NSW melalui layar sentuh (touch screen).

Acara dilanjutkan dengan demo live pengoperasian website dan portal INSW oleh Bapak Susiwijono selaku ketua tim teknis INSW. Dijelaskan bahwa INSW memiliki 2 layer yaitu :

  1. Official website yang berisi informasi yang berkaitan dengan sitem NSW. Informasi dalam official website NSW dapat diakses oleh semua orang tanpa harus login terlebih dahulu dan disajikan secara transparan. Informasi yang dipublikasikan melalui official website adalah :
    1. Semua informasi terkait INSW diantaranya informasi dari kementerian/lembaga dan media masa
    2. Informasi tarif bea masuk, larangan pembatas impor dan larangan pembatas ekspor.
    3. Update informasi peraturan larangan dan pembatasan
  2. Portal Aplikasi INSW. User harus login terlebih dahulu untuk mengaksesnya. Dalam portal ini disediakan informasi :
    1. Tracking dokumen pabean (PIB dan PEB) secara real tim hari jam menit dan detiknya
    2. Tracking dokumen perijinan dari instansi terkait
    3. Informasi status dokumen pabean berupa nota pemberitahuan. Sehingga kalau terjadi reject atau kekurangan kelengkapan data bisa cepat disekesaikan

Acara terakhir adalah teleconfrence dengan pihak-pihak terkait dipelabuhan Belawan Medan dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam teleconfrence ini Presiden berkesempatan mendengarkan tanggapan secara langsung dari para pengguna jasa NSW, pejabat terkait dari pelabuhan dan Bea Cukai.

Acara ditutup dengan jumpa pers antara tim persiapan NSW dengan para wartawan dari berbagai media masa secara terpisah diruangan yang telah disediakan oleh panitia